Senin, 17 Agustus 2020

Resiko Meggunakan Jam Tangan Tiruan

 

Zakaria (diperankan Asrul Dahlam dalam film Serdadu Kumbang – 2011) menawarkan sebuah jam tangan kepada Ruslan dengan sangat meyakinkan, “harganya seratus juta lebih..., ini Rolex je.” Semula ia menawarkannya dengan harga yang cukup fantastis sampai kemudian disepakati juga oleh Ruslan dengan harga yang masih cukup fantastis, karena kemudian diketahui kalau itu adalah jam tangan palsu. Alih-alih mendapatkan keuntungan, Zakaria harus kehilangan kuda yang sangat disayangi Amek, anaknya, dan dianggap sebagai penipu yang menjual barang palsu. Minun, kakak Amek, karena iba dengan adiknya menebus kuda tersebut dengan menggunakan uang tabungan yang semula hendak dipergunakan untuk melanjutkan sekolah.

Zakaria dengan jam tangan palsunya (Serdadu Kumbang, 2011)

Dari adegan film tersebut setidaknya terungkap beberapa orang yang secara langsung terkena imbas dari jual beli sebuah jam tangan palsu yang apabila ditelusuri lebih jauh tentu imbasnya tak sesederhana menyelesaikan transaksi pembayaran. Bagaimana Zakaria yang divonis penipu, Amek dengan kudanya, sekolah Minun dan keluarga Zakaria sendiri.

Jam tangan tiruan (baca: palsu) selintas memang terkesan lebih dari harga yang dibandrol padanya karena jam tersebut memang sedemikian rupa dibuat semirip mungkin dengan merk atau type yang ditiru yang biasanya memang type jam tangan yang dijual dengan harga tinggi. Mulai dari tampilan, subdial dan fitur-fitur yang kebanyakan tak lebih dari hiasan belaka atau dari hal sederhana seperti tahan air (water resist) yang selalu ditampilkan dapat dipastikan mengecoh pembelinya.

Mungkin Anda pernah mengalami menjadi korban iklan penjual dengan fitur tahan air yang nyatanya saat terkena cipratan atau sebentar saja terkena hujan tak lama kemudian mendapat kaca dial jam tangan berembun atau bahkan jam itu sendiri tidak berfungsi. Hal ini tidaklah mengherankan, karena branding apapun yang dilekatkan pada jam tangan tiruan tidak melalui prosedur standar pengecekan (QC) yang ketat.

_

Banyak hal yang harus mendapat perhatian dalam menggunakan jam tangan tiruan, karena di antara hal-hal berikut ini bisa jadi hal fatal yang dialami seseorang:

-          Gangguan kesehatan; bisa berupa iritasi atau cedera ringan karena penggunaan material jam tangan yang jauh dari memenuhi standar kesehatan

-          Sanksi sosial; mengetahui seseorang mengenakan jam tangan palsu yang menimbulkan berbagai penilaian sosial yang bisa sangat radikal dan menempatkan seseorang sebagai objek perundungan (bullying).

-          Dampak psikologis; baik terkait dengan sanksi sosial maupun tidak, motif kuat yang secara diam-diam terpendam dalam diri seseorang bisa berpengaruh sangat negatif seperti menempatkan jam tangan yang digunakannya sebagai prestise, ajang pamer, atau sebatas kekecewaan karena harapan fungsi mendasar dalam menggunakan jam tangan karena tidak sepadan dengan harga pembeliannya.

-          Dampak ekonomis; karena harga yang tertera bisa sangat jauh atau terlalu tinggi dari harga jual yang sebenarnya, secara ekonomis sudah tentu merupakan pemborosan belanja di samping pengaruh lebih luas dalam lingkup perekonomian secara makro.

Jam tangan tiruan memang banyak beredar dan bisa jadi menjadi alternatif pilihan bagi konsumen maupun bagi pelaku usaha. Memperhatikan berbagai dampak yang secara umum diungkap di atas, setidaknya kita tahu dengan hal apa yang harus diantisipasi jika memang harus menggunakan jam tangan tiruan.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar