Kata ini berarti perkakas, alat, yang akar katanya berhubungan dengan kerja atau pekerjaan. Kini, di era industri 4.0, milenial zaman now, kata tersebut digunakan untuk perangkat (gadget) yang sebenarnya nyaris digunakan semua orang di semua kalangan. Akan tetapi ternyata banyak juga orang yang tidak tahu bahwa benda-benda tersebut dinamai dengan kata "gawai".
_
Apalah arti sebuah nama, begitu kira-kira ungkapan populer orang hebat, sehingga penamaan ini nyaris tidak dipedulikan banyak orang. Tetapi, jika nama itu tidak dipakai, kasihan juga yang memberi nama atau mungkin yang punya nama. Tidak peduli? Ini bisa jadi persoalan!
Sebagai sebuah alat/perkakas, gawai tentunya dibuat untuk kegunaan yang jelas. Maka pertanyaannya kemudian, adakah setiap orang yang memiliki gawai tahu kegunaan (baca: manfaat, kebaikan) dari benda yang nyaris tidak pernah terlepas dari genggamannya? Itu sangat mengkhawatirkan jika ternyata pengguna gawai hanya terpapar gejala adiktif penggunaan gawai tanpa kegunaan atau manfaat yang jelas.
_
Barangkali persoalannya akan sangat berbeda ketika seseorang mengetahui, setidaknya, nama benda yang ia pegang itu karena setidaknya pula dari nama itu biasanya memiliki arti yang sedikit banyak mengungkapkan untuk apa ia berada. Gawai adalah perkakas, maka setidaknya muncul pertanyaan untuk membuat atau menghasilkan apa. Sementara untuk memaknai kata "gadget", saya sendiri (pen.) sebagai contoh, di benak saya hanya ada benda saja tanpa bisa memikirkan kegunaan, manfaat dan tidak juga berpikir tentang benda-benda lain seperti ketika menyebutnya sebagai gawai atau perkakas/alat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar